Pemuda Pancasila di Mata Warganet

Tulisan oleh
Iqbal Hafizhul Lisan
February 16, 2022
Tulisan ini membahas tentang percakapan di platform Twitter mengenai kelekatan organisasi Pemuda Pancasila (PP) dengan kekerasan di Indonesia. Tulisan ini merupakan ekspresi keresahan warganet terhadap aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila dalam beragam bentuk, seperti premanisme dan pengeroyokan.
Pada 25 November 2021 anggota Pemuda Pancasila kembali menjadi sorotan publik karena menjadi pelaku pengeroyokan terhadap anggota polisi ketika melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI. Penyebaran foto dan video pengeroyokan anggota polisi di media sosial memicu percakapan warganet tentang Pemuda Pancasila. Meskipun mayoritas percakapan berisi kecaman, namun terdapat pula dukungan terhadap Pemuda Pancasila yang dilakukan oleh warganet.
Tulisan ini menganalisis percakapan-percakapan yang diambil dari kata kunci ‘Pemuda Pancasila’. Proses penambangan dilakukan pada 19 November – 17 Desember 2021, dengan puncak percakapan berlangsung pada 25 – 26 November 2021. Penelusuran kata kunci menghasilkan 4.484 twit.
Wordcloud Percakapan
Gambar 1. Wordcloud percakapan 'Pemuda Pancasila'
Kata kunci ‘ormas’ memuat percakapan mengenai praktik-praktik kekerasan yang lekat dengan organisasi kemasyarakatan di Indonesia. Warganet memandang praktik-praktik kekerasan tersebut antara lain tawuran, persekusi, pengeroyokan, pungutan liar, dan premanisme.
Kata kunci ‘ormas’ berdekatan dengan:
- ‘pp’
- ‘fbr’
- ‘preman’
- ‘fpi’
Menurut warganet, organisasi-organisasi tersebut sering melakukan praktik kekerasan serta berseteru memperebutkan wilayah kekuasaan.
Oknum dan Polisi
Kata kunci ‘oknum’ dan ‘polisi’ memuat respons warganet terhadap aksi pengeroyokan anggota kepolisian. Warganet mengecam aksi tersebut dan mendorong kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.
Kata kunci ini juga berdekatan dengan:
- ‘senjatatajam’
Percakapan berisi kekhawatiran terhadap penggunaan senjata tajam dalam aksi demonstrasi.
Polarisasi Tokoh
Kata kunci:
- ‘junimartgirsang’
- ‘perwiradermawan’
- ‘japto’
- ‘ketua’
Mewakili percakapan mengenai tokoh-tokoh sentral dalam peristiwa tersebut.
Percakapan membentuk polarisasi antara:
- Dukungan untuk membubarkan PP
- Kekesalan terhadap backing politik organisasi
Konteks Demonstrasi
Kata kunci:
- ‘aksidemo’
- ‘poldametro’
- ‘gedungdpr’
- ‘ricuh’
Menggambarkan konteks demonstrasi yang berakhir ricuh.
Warganet mengutuk aksi tersebut dan mengapresiasi tindakan aparat dalam mengamankan situasi.
Relasi Ormas dan Negara
Percakapan juga muncul melalui kata kunci:
- ‘negara’
- ‘hukum’
- ‘aset’
Warganet melihat relasi ormas dan negara bersifat dualisme:
- Di satu sisi membantu negara
- Di sisi lain melanggar hukum
Sebagian warganet menilai PP membantu penanganan bencana dan menjaga kedaulatan. Namun sebagian lainnya menilai PP sebagai pelanggar hukum yang kerap bertindak sewenang-wenang.
Kesimpulan
Percakapan yang muncul merupakan ekspresi keresahan warganet terhadap aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Pemuda Pancasila.
Aksi-aksi kekerasan dinilai terus terjadi karena adanya backing politik. Hal ini mengindikasikan adanya relasi kompleks antara organisasi kemasyarakatan dan negara dalam praktik kekerasan di Indonesia.
Referensi
[1] https://metro.sindonews.com/read/610169/170/15-anggota-pemuda-pancasila-jadi-tersangka-pengeroyokan-polisi-1637845910
Category: Digital Research Publikasi
Tags: Kekerasan, Ormas